Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Friday,15-February-2019
M S S R K J S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28  
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air
Home >>

Detail Publikasi

BHAGAWATIMAH CIDYĀ DEWI: IDENTIFIKASI FIGUR WANITA MENGGENDONG BAYI DALAM PRASASTI CEBONGAN

BHAGAWATIMAH CIDYĀ DEWI: IDENTIFIKASI FIGUR WANITA MENGGENDONG BAYI DALAM PRASASTI CEBONGAN

 

Kayato Hardani

(Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta)

 

BA No. 1/Mei 2009 hlm. 27 - 45

 

Berdasarkan katalog yang disusun Eggebrecht, diketahui bahwa prasasti Cebongan kini berada di koleksi Kern Institute, Leiden dengan nomor inventaris B-79-I Meskipun demikian dapat dipastikan bahwa prasasti Cebongan ini berasal dari wilayah Yogyakarta yakni desa Cebongan, Kecamatan Mlati, dan ditemukan sekitar tahun 1914 hingga tahun 1920-an. Prasasti Cebongan merupakan satu-satunya prasasti logam dari masa Jawa Kuna yang di dalamnya digambarkan figur seorang manusia. Figur tersebut adalah seorang wanita menggendong bayi.

 

Figur wanita dalam prasasti Cebongan berdiri dengan posisi tubuh tribhangga di atas sebuah lapik berbentuk persegi. Secara keseluruhan tidak terdapat atribut-atribut berupa perhiasan yang dipakai, terkecuali mengenakan mahkota bukan logam melainkan rangkaian bulu (?) sebanyak enam helai. Figur hanya digambarkan memakai kain bawahan yang tampak sangat tipis hampir seperti kulit. Keberadaan kain terlihat pada lipatan-lipatan serta bagian tepiannya yang bergelombang. Figur wanita ini juga digambarkan memakai hiasan perut (udharabandha), sedangkan bayi yang berada di dalam gendongan tampak terbungkus dalam kain lampin yang hanya menampakkan bagian wajahnya saja.

 

Prasasti Cebongan adalah sebuah prasasti mantra, khususnya mantra fertilitas pengharapan akan anak dengan fertility image Bhagawatimah Cidyā Dewi yang digambarkan menggendong bayi. Ia tentu mempunyai korelasi yang erat dengan aliran Waisnawa-Pasupata yang pernah hadir di Jawa abad 9 Masehi. Bhagawatimah Cidyā Dewi adalah makhluk semi-dewa ‘lokal’ yang menjadi objek pemujaan bagi kesuburan. Semoga makalah ini dapat memberi sumbangan bagi penelitian mengenai eksistensi prasasti-prasasti mantra yang belum banyak penelitian tentangnya, sekaligus eksistensi makhluk gaib ‘lokal’ yang tentunya pernah hidup sebagai ikon pemujaan.

 

 

 

 

LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: