Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Tuesday,7-September-2010
M S S R K J S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30  
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air
Home >>

Detail Publikasi

PEDUSUNAN MASA MATARAM KUNA DI LIYANGAN, TEMANGGUNG

PEDUSUNAN MASA MATARAM KUNA

DI LIYANGAN, TEMANGGUNG

(Baskoro DT & Sugeng Riyanto)

 

A. Jasa Penambang Lahar

Situs Liyangan ditemukan sejak tahun 2008 ketika dilakukan aktivitas penambangan pasir di daerah itu.  Walaupun sebenarnya telah ada larangan dari Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk tidak melakukan penambangan pasir dan batu di areal tersebut tetapi penambangan berjalan terus. Permasalahannya adalah karena daerah penambangan pasir adalah tanah milik warga yang dikontrakkan atau dibeli untuk kemudian ditambang pasirnya.

Penemuan pertama berupa talud, yoni, arca, dan batu-batu candi, penemuan selanjutnya  aalah sebuah bangunan candi yang tinggal bagian kakinya da di atasnya terdapa sebuah yoni yang sangat unik. Tidak seperti biasanya yang hanya mempunyai satu lubang, yoni tersebut  mempunyai tiga lubang. Temuan terakhir yang sangat spektakuler adalah temuan rumah panggung dari kayu yang hangus terbakar dan masih tampak berdiri tegak. Satu unit rumah itu berdiri di atas talud dari batu putih setinggi 2,5 m. Selain itu juga ditemukan satu unit rumah kayu lagi yang baru tampak bagian atapnya saja.

Berdasarkan hasil penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta selama 7 hari dari tanggal 14 sampai dengan 20 April 2010 kemungkinan dua unit rumah itu adalah bangunan rumah masa Mataram Kuna. Hal ini didasarkan pada lokasinya yang berada dekat dengan temuan candi Hindu yang berada di sebelah baratnya pada jarak sekitar 50 m. Adanya profil klasik Jawa Tengah pada kaki candinya yang berupa pelipit persegi  pelipit setengah lingkaran, dan pelipit sisi genta diperkirakan candi ini berasal dari abad 9 M. Diperkirakan bangunan rumah tinggal tersebut berada dalam satu konteks dengan candi tersebut sehingga kemungkinan sejaman.

B. Butir-butir Buah Pikir

1. Potensi Data Arkeologi

Secara umum, potensi data arkeologis situs Liyangan tergolong tinggi, berdasarkan indikasi antara lain: luas situs, keragaman data berupa bangunan talud, candi, bekas rumah yang terbuat dari kayu dan bambu, struktur-struktur bangunan batu, komponen bangunan candi, lampu dari bahan tanah liat, serta wadah tembikar berbagai bentuk. Selain itu juga diperoleh informasi berupa: 1). Struktur bangunan batu, 2). Temuan tulang dan gigi hewan, 3) sisa padi

2. Karakter Situs Liyangan

Berdasarkan gambaran potensi hasil survey penjajagan, maka dapat disimpulkan bahwa situs Liyangan merupakan situs dengan karakter kompleks. Indikasi sebagai situs permukiman, situs ritual, dan situs “pertanian” didapatkan di situs Liyangan. Kompleksitas karakter tersebut membawa ke pimikiran bahwa situs Liyangan adalah bekas pedusunan yang pernah berkembang pada masa Mataram Kuno. Ragam data dan karakter ini tergolong istimewa, mengingat inilah satu-satunya situs yang mengandung data arkeologi berupa sisa rumah dari masa Mataram Kuno.

3. Luasan Situs Liyangan

Batasan imajiner situs Liyangan hasil survey meliputi batas tambang pasir sekarang hingga lokasi temuan yoni. Secara keseluruhan, luas situs Liyangan tidak kurang dari 2Ha. Di dalam area tersebut data arkeologi tersebar yang menunjukkan sebuah situs “pedusunan masa Mataram Kuno”. Mengingat sebagian besar area situs tertimbun lahar yang sekarang ditambang, sangat mungkin luasan situs jauh lebih luas dari hasil survey.

C. Persoalan di Depan Mata

Galian tambang pasir semakin meluas dan dikhawatirkan akan merusak situs terutama adalah bangunan rumah panggung yang telah menjadi arang akan segera hancur jika aktivitas penambangan pasir tidak segera dihentikan.

D. Strategi Penanganan

1. Penanganan Darurat

Data arkeologi berupa sisa-sisa rumah berbahan kayu dan bambu adalah indikasi paling dominan yang menunjukkan bahwa situs Liyangan merupakan situs pedusunan masa Mataram Kuno, sekitar 1000 tahun yang lalu. Data tersebut merupakan satu-satunya yang pernah ditemukan di Indonesia, sehingga memiliki arti sangat penting bukan hanya bagi pengembangan kebudayaan di Indonesia tetapi juga dalam skala internasional.

Sisa rumah tersebut beserta data arkeologi lainnya seperti struktur bangunan batu berada tepat pada dinding galian tambang pasir yang sedang ditambang. Kondisi ini sangat mengancam keberadaan sisa rumah dan data struktur bangunan batu (talud kuno).

Hal tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung untuk menyelamatkan satu-satunya bukti keberadaan dusun masa Mataram Kuno yang ada di Indonesia.

2. Pengembangan Penelitian

Potensi dan karakter situs Liyangan sangat penting artnya bagi dunia ilmiah, antara lain arkeologi dan disiplin ilmu lain yang terkait, seperti sejarah, geologi, biologi, geografi, arsitektur, dsb. Pengembangan penelitian ini perlu dirancang dengan sasaran jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

3. Kerangka dan Arah Pelestarian

Arah pelestarian situs Liyangan selain diarahkan pada objek-objek potensial, baik berupa bangunan, fitur lainnya, ekofak, dan artefak, juga meliputi lingkungan alami pendukung situs dan masyarakat di sekitar situs.

4. Konsep Awal Pengelolaan Situs Liyangan

Konsep awal pengelolaan situs Liyangan sebagai asset daerah, asset nasional, maupun asset dunia pada prinsipnya berkaitan dengan aspek penelitian, pendidikan, dan pemanfaatan ekonomik sebagai dasar pengembangan situs Liyangan untuk jangka panjang

FOTO


 

 

Arca dan sejumlah komponen bangunan ditemukan di dekat talud pertama (2009)


Candi, salah satu kelengkapan Pedusunan Mataram Kuno


 Di bawah gempuran linggis penambang arkeolog bekerja

 


Inilah sisa rumah di dusun itu

LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Menurut anda, lelang Harta Karun BMKT Cirebon sebaiknya?