Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Tuesday,25-June-2019
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30  
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian
PERAHU NUSANTARA ABAD KE-7 DITELITI

PERAHU NUSANTARA ABAD KE-7 DITELITI

Perahu kuno Punjulharjo di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang sempat menghebohkan dunia arkeologi Indonesia setahun yang lalu diteliti oleh Balai Arkeologi Yogyakarta akhir Juni 2009 ini. Hasil sementara menunjukkan bahwa buah karya anak Nusantara sekitar 1300 tahun yang lalu ini benar-benar spektakuler dilihat dari beberapa informasi hasil penelitian.


Pertama adalah kelengkapan sisa perahu bukan hanya masih berbentuk, tetapi juga banyak bagiannya yang dapat menjadi data teknologi perkapalan Nusantara kuno. Di Indonesia, situs perahu kuno dengan kondisi sedemikian lengkapnya belum pernah ditemukan. Menurut Prof. PY Manguin, seorang ahli arkeologi maritime dari EFEO (Prancis), di Asia tenggara kepulauan telah berkembang sebuah tradisi pembutan perahu dengan teknologi yang sangat khas, yaitu penggunaan ikatan tali ijuk dan pasak kayu untuk membentuk badan perahu. Perahu Punjulharjo memberi pengetahuan bagaimana teknologi itu digunakan, mulai dari papan-papan yang dilengkapi dengan tambuku (tonjolan pada bagian dalam dengan lubang-lubang untuk mengikat), gading-gading, ikatan antara papan dengan gading pada tambuku, bagian haluan, bagian buritan, lunas, sdb.


Kedua adalah umur kapal yang menunjuk pada abad ke-7 Masehi berdasarkan dating melalui sample tali ijuk. Jika dikaitkan dengan kerangka sejarah, masa ini kira-kira sejaman dengan awal perkembangan Mataram kuno di Jawa dan awal masa Srivijaya di Sumatra. Apakah perahu ini merupakan kapal dagang antara Jawa dan Sumatra belum dapat dipastikan karena banyak data yang harus ditemukan untuk itu. Namun, berdasarkan ukuran dan proporsi perahu, yaitu panjang sekitar 15 meter dan lebar sekitar 5 meter (sehingga proporsi 1:3), kemungkinan sebagai perahu dagang sangat mungkin, bahkan untuk mengarungi lautan dalam jarak jauh, demikian Manguin menambahkan.

Manguin yang terlibat langsung dalam proses penelitian mengakui kehebatan situs ini, justru karena kandungan data dan informasi tentang teknologi perkapalan kuno serta sebagai bahan pengembangan arkeologi maritim. Untuk itu, penelitian setuntas-tuntasnya harus dilakukan serta diikuti dengan program konservasi yang memadai. Dengan konservasi yang mampu menjamin kelestarian, diharapkan  situs perahu Punjulharjo dapat menjadi "ensiklopedi terbuka", yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan penelitian. Bukan hanya itu, nantinya situs ini juga dapat dimanfaatkan untuk menunjang dunia pendidikan, dan tidak menutup kemungkinan sebagai objek wisata asalkan kelestarian situs menjadi priorotas pertama.



Informasi lainnya adalah artefak yang ditemukan di bagian dalam perahu yang cukup beragam. Pada awal penemuan perahu ini oleh penduduk ditemukan sebuah kepala arca, kayu, tulang, dan fragmen tembikar.  Pada saat dilakukan penelitian, juga ditemukan beberapa artefak wadah yang dapat dikelompokkan berdasarkan bahannya, yaitu wadah yang terbuat dari tanah liat (tembikar), wadah terbuat dari tempurung kelapa, wadah terbuat dari ruas bambu. Selain artefak wadah, juga ditemukan beberapa artefak lain seperti “tongkat” kayu dan “bandul jala” dari logam.


Menurut Novida Abbas, ketua tim, penelitian kali ini memang menghasilkan data dan pengetahuan tentang perahu kuno cukup banyak, bahkan beberapa di antaranya merupakan data dan pengetahuan baru. Namun diakuinya bahwa masih banyak pertanyaan yang harus dijawab melalui penelitian berikutnya, seperti data bagian luar perahu, riwayat geomorfologis situs, kemungkinan adanya situs lain di sekitarnya yang terkait, dsb. Berita lebih lengkap tentang hasil penelitian di situs perahu kuno Punjulharjo, Rembang, akan dimuat di arkeologijawa setelah pelaksanaan penelitian rampung. (sgg)

berita terkait


LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: