Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Monday,19-November-2018
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30  
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian
MENGGALI RERUNTUHAN MASJID PENINGGALAN SUNAN AMANGKURAT

Dinas Kebudayaan Prop. DIY, bekerjasama dengan Balai Arkeologi Yogyakarta, Jurusan Arkeologi UGM dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Prop. DIY mengadakan penelitian di Kawasan Cagar Budaya Pleret. Sebelumnya pada tanggal 23 Maret sampai dengan 11 April 2009 telah dilaksanakan kegiatan pendahuluan berupa survey pemetaan Kawasan Cagar Budaya Pleret, yang bertujuan untuk menginventaris seluruh potensi benda cagar budaya yang diduga ada di dalam benteng cepuri Keraton Pleret, baik temuan arkeologis yang insitu maupun lepas. Selain itu juga dipetakan penggunaan lahan beserta potensi yang dapat menyebabkan kerusakan Kawasan Cagar Budaya Pleret.

Tim penelitian gabungan yang dikoordinir oleh Dinas Kebudayaan Prop. DIY tersebut, kini sedang melaksanakan ekskavasi di Situs Masjid Kauman Pleret yang merupakan peninggalan Raja Mataram pengganti Sultan Agung yaitu Sunan Amangkurat. Situs ini terletak di Dusun Kauman Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Penelitian yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan di Situs Masjid Kauman Pleret merupakan penelitian tahap ke VI dari sejumlah penelitian yang telah dimulai sejak tahun 2003 silam. Pelaksanaan ekskavasi di situs ini telah dimulai sejak 13 April dan akan diakhiri pada tanggal 12 Mei 2009.

Hasil penelitian tahap sebelumnya antara lain adalah; diketahuinya luas bangunan Masjid Kauman Pleret kira-kira adalah 40 x 40 M2. Bentuk bangunan secara umum cenderung bujur sangkar dengan bentuk dinding barat bagian sayap selatan yang sedikit berbeda karena terdapat pintu menghadap kearah selatan. Keberadaan pintu di sayap selatan bagian depan bangunan masjid kemungkinan besar berfungsi sebagai semacam shortcut yaitu sarana aksesibilitas raja, pejabat keagamaan dan pejabat keraton lainnya yang harus selalu melakukan ibadah di dalam masjid di barisan terdepan tanpa harus melalui pintu depan dan jamaah-jamaah lainnya di barisan belakang. Sebagai perbandingan, pada bagian depan kiri (di belakang Mihrab) sejajar dengan Mimbar, Masjid Gede Keraton Yogyakarta, terdapat bangunan persegi yang terbuat dari kayu (Maksurah) yang berfungsi sebagai tempat raja melakukan shalat. Raja dibuatkan tempat shalat secara khusus untuk melindungi keselamatannya pada saat melakukan ibadah. Keberadaan Maksurah pada masjid kuno di Indonesia diilhami oleh peristiwa terbunuhnya Usman Bin Affan RA, (Kulafaurrasyidin ke tiga pengganti Nabi Muhammad SAW) yang dibunuh oleh seorang budak suruhan di dalam masjid pada saat menjalankan shalat.

Masuknya raja ke dalam masjid melalui pintu selatan bagian depan, berhubungan dengan pola tata ruang Kompleks Keraton Islam di Jawa. Pada tata ruang tersebut, keberadaan masjid kerajaan terletak di sebelah baratlaut kediaman raja (keraton), dan di sebelah barat lapangan kerajaan (alun-alun). Di sebelah barat masjid kerajaan biasanya terdapat tempat tinggal para pejabat kerajaan (abdi dalem) bidang keagamaan dan makam-makam mereka, atau kerabat dekat kerajaan lainnya.

Jumlah umpak secara keseluruhan adalah 36 buah dengan jumlah umpak yang masih tersisa di sekitar lokasi situs adalah 13 buah. Sebagai perbandingan, jumlah keseluruhan umpak tersebut sama dengan yang dimiliki oleh Masjid Gede Keraton Yogyakarta. Lokasi penempatan umpak-umpak di dalam bangunan masjid terbagi dalam 6 baris dengan jumlah umpak pada tiap baris adalah 6 buah. Bentuk landasan umpak bervariasi, dengan bentuk yang secara konstruktif paling kokoh adalah 2 landasan umpak bagian tengah deret ke 3 (?) dan 4. Hal ini mungkin berhubungan dengan fungsi umpak di landasan tersebut yang menjadi tumpuan bagi tiang utama (soko guru), merupakan pilar yang paling besar dan paling tinggi, karena menyangga seluruh bagian atap hingga kemuncak bangunan. Umpak-umpak lainnya yang lebih kecil dengan bentuk landasan yang tidak terlalu kokoh, mungkin berfungsi untuk menyangga tiang pendamping soko guru yang tidak terlalu besar.

Hal yang menarik lainnya adalah temuan artefaktual berupa lumpang dan batu penumbuk (alu ?) di bagian tengah landasan umpak bagian tengah derat 4, yang mengingatkan pada fungsi peripih di bagian bawah candi. Mungkin temuan artefaktual tersebut berfungsi untuk membantu menguatkan secara magis religius landasan, umpak dan pilar soko guru yang mendukung beban paling besar pada bangunan tersebut. Biasanya penempatan benda-benda tersebut di bagian bawah bangunan diiringi dengan serangkaian upacara dan di pimpin oleh tokoh keagamaan.


Sedangkan hasil sementara yang dicapai pada kegiatan ekskavasi di Situs Masjid Kauman Pleret tahap VI ini adalah; struktur batu putih sepanjang kira-kira 12 meter dengan ketebalan 1 meter yang diperkirakan merupakan struktur dinding timur bangunan masjid. Temuan lainnya adalah struktur batu bata dengan pola jaring-jaring yang diduga merupakan struktur perkuatan pondasi (batur) masjid. Selain itu juga dijumpai beberapa struktur pondasi umpak bangunan yang terbuat dari susunan batu putih. Setelah penelitian di Situs Masjid kauman Pleret, rencananya tahun ini Dinas Kebudayaan Prop. DIY juga akan melaksanakan sejumlah ekskavasi pada situs-situs di Kawasan Cagar Budaya Pleret lainnya, yaitu; Situs Kedaton, Situs Kerto II dan Situs Kedaton III.

LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: